Daftar 4 Makanan Khas Sumatera yang Terkenal Enak

Sudah diketahui bareng bahwa masakan Padang punya tidak sedikit rumah makannya sendiri di sekian banyak daerah di Indonesia, bahkan luar negeri. Padang sendiri ialah salah satu distrik di Sumatera Barat yangpun terkenal dengan makanan berbahan dasar daging dan santan. Soal rasa, masyarakat Minangkabau lebih menyenangi rasa pedas, sehingga banyak sekali masakannya ialah bercita rasa pedas.

Bila anda mencoba untuk memahami makanan apa saja yang endemik dari Sumatera, maka kami telah menyerahkan 4 daftarnya. Tidak melulu menambah wawasan, 4 makanan persembahan Betwin188 ini dapat menjadi referensi anda saatberangjangsana ke provinsi dengan semboyan Tuah Sakato tersebut. Inilah ke-4 susunan makanan khas Sumatera Barat yang disertai dengan gambar, keterangan, dan penjelasannya.

 

1. Sala Lauak

Selain Padang, kota besar beda di Sumbar ialah Pariaman yang pun punya makanan khas, diantaranya ialah sala lauak. Makanan pribumi Sumatera Barat ini diciptakan menggunakan ikan karena wilayah Pariamanialah daerah pesisir dengan hasil ikan yang lumayan banyak. Sesuai namanya, yang berarti goreng dari kata sala, maka teknik pemasakan sala lauak pun dengan teknik digoreng. Namun penggorengan tersebut terjadibilamana adonan dari daging ikan yang sudah halus dibaur dengan tepung sebagai luarannya sudah dibuat. Dalam proses penciptaan adonan itu nantinya akan diciptakan bulat atau pipih, dapat juga cocok selera barudapat digoreng.

Warna yang bakal timbul seusai penggorengan ialah kecokelatan, dengan rasa gurih dan renyah yang timbul ketika menggigitnya. Sebenarnya sala lauak ada dua varian, yaitu yang berbentuk bulat disebut sala kerassebab luarannya agak keras. Namun jenis lain, yakni sala empuk punya tekstur yang lebih empuk dengan format pipih. Di samping itu, perbedaan lainnya ialah bahannya, andai yang keras menggunakan ikan asin, maka yang empuk menggunakan ikan stuhuak. Sebagai di antara jenis gorengan, ikan stuhuak akan paling tepat menjadi lauk santap maupun camilan,lagipula dicocol dengan saus.

2. Nasi Sala

Khas Sumatera
Khas Sumatera

Masih seputar masakan dengan nama sala, yaitu nasi sala yang pun dapatdidatangi di kota Pariaman. Di atas telah disebut-sebut bahwa Pariamanialah daerah pantai, sampai-sampai hasil lautnya melimpah, urusan inilah yang menjadi hal menculnya nasi sala yang notabene diciptakan dengan ikan. Jangan salah sangka dulu mengenai nasi sala, bukan nasinya yang diciptakan dengan ikan, tetapi lauknya yang diciptakan dengan ikan. Di samping nasi, satu porsi nasi sala pun ditemani dengan samba lado dan ikan goreng tadi.

Penggunaan ikan sebagai lauk pauk nasi sala ialah jenis ikan gembulo atau lebih dikenal dengan ikan kembung maupun gembung. Setelah ikan siap dan telah dimurnikan dari kotoran dan sisik, ikan bakal dilumuri dengan tepung beras yang sudah berbumbu dari cabai giling, lengkuas, daun kunyit, dan bawang putih. Nantinya ikan bakal digoreng hingga bewarna kecokelatan, baru dapat disajikan. Keunikan dari nasi sala ialah nasinya akan dibalut ke dalam daun pisang dengan ukuran satu kepal tangan. Nama nasi itu oleh masyarakat sekitar tidak jarang dinamai dengan nasi sek. Rasa ikannya yang gurih renyah akan paling lezat bila bercampur dengan pedasnya samba lado yang diciptakan dari cabai merah asli.

3. Lamang Tapai

Salah satu jajanan pasar yang masih tahan lama hingga kini di wilayah Minangkabau ialah lamang tapai. Panganan ini disajikan dari lamang yang dimasak dengan medium bambu kemudian diperbanyak dengan tapai hasil fermentasi. Uniknya untuk menciptakan tape tersebut, bahan yang digunakanialah ketan hitam yang sudah dikukus sebelum kesudahannya difermentasi. Proses fermentasinya sendiri memakai perantara ragi dengan kandungan jamur mempunyai nama Saccharomyces yang menciptakan beras ketan lebih encer dan berair. Rasa yang dimunculkan oleh proses ini ialah asam, bahkan terasa laksana soda sebab telah difermentasi sekitar 2 hingga 3 hari.

Sedangkan teknik membuat lamangnya ialah hanya dengan memasak beras ketan di dalam bambu lantas setelah masak isiannya akan diletakkan ke piring dengan lumuran tapai beras ketan hitam tadi. Rasa lamangnya yang khas dengan rasa gurih bakal dipadukan dengan enaknya beras ketan hitam alias tape. Bahkan andai lamangnya sudah habis, mengonsumsi tapenya saja sudah lumayan membuat lidah bergoyang, walaupun melulu sekedar topping belaka. Biasanya ketika bulan Ramadhan, lamang tapai bakal dengangampang dijumpai, menilik kerap disajikan sebagai takjil buka puasa.

4. Karupuak Sanjai

Karupuak sanjai ialah keripik yang berasal dari wilayah Bukittinggi, tepatnya di Jalan Sanjai, desa Manggis. Mungkin agak mengherankan memang, namanya yang karupuak, malah ternyata olahan ini ialah keripik yang diciptakan dari singkong. Sejarah keripik ini berasal dari jalan Sanjai, di tahun 1970-an, di sana ada 3 orang pembuat keripik, mereka ialah Amai Seram, Amai Terimalah, dan Amai Malan. Ketiga nenek tersebut kemudian saling sikut guna menjualnya di Kawasan Pasar Atas, Bukittinggi. Kini keturunan mereka bertiga ialah penjual keripik ini, bahkan penduduk sekitar pun ikut-ikutan membuatnya, sampai-sampai jalan Sanjai sekarang menjadi sentra keripik sanjai.

Keripik yang diciptakan dari keripik singkong yang diiris tipis-tipis ini ada 3 varian rasa, yakni tawar, asin, dan pedas. Yang tawar dapat disebut pula dengan original, sebab singkong yang sudah diiris tidak dibumbui apapun. Sedangkan yang asin didapat dari ekstra bumbu berupa kunyit, garam, dan bawang putih yang dihaluskan. Sehingga bakal menghasilkan keripik gurih dengan warna kuning. Terakhir terdapat rasa pedas sebab telah diberi bumbu balado dengan warna merah. Ada perbedaan yang menonjol, bila seringkali keripik balado dibumbui bubuk, sanjai malah dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan cabai yang dijadikan saus. Saus tersebut kemudian dioleskan ke keripik, kemudian dikeringkan baru dapat dimakan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *